Rabu, 16 November 2016

Enam Senjata Buatan Pindad Ini Bikin Indonesia Kian Ditakuti

Enam Senjata Buatan Pindad Ini Bikin Indonesia Kian Ditakuti

Senapan SS-1 (foto: Pindad)
Senapan SS-1 (foto: Pindad)
INDONESIA sudah sepatutnya berbangga karena telah mempu menjelma menjadi salah satu negara dengan produsen senjata canggih di dunia. Adalah PT Pindad, aktor utama yang membuat persenjataan militer Indonesia begitu ditakuti dan diakui dunia.
Bahkan, kualitas mengagumkan senapan buatan Pindad ini berhasil membuat TNI berjaya dalam berbagai kompetisi menembak internasional. Sehingga sebagai anak bangsa sangat pantas kita berbangga atas prestasi industri senjata nasional satu ini.
BERITA REKOMENDASI

Indonesia belum lama ini juga telah melakukan ekspansi bisnis senjatanyua hingga ke Timur Tengah, dengan menjual lisensi pembuatan senapan serbu SS-2 yang selama ini menjadi produk andalan Pindad.
Berikut deretan senjata canggih buatan PT Pindad yang bikin teknologi persenjataan Indonesia semakin mendunia sebagaimana dikutip Okezone dari berbagai sumber.
Senapan Serbu (SS-1)
Senapan Serbu (SS-1) merupakan senapan serbu buatan PT Pindad yang mengantongi lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN) asal Belgia.
Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 milimeter standard NATO dan memiliki berat kosong 4,01 kilogram. Senapan SS-1 bersama dengan M16, Steyr AUG dan AK-47 menjadi senapan standard yang digunakan TNI dan Polri.
Senapan Serbu (SS-2)
Senapan Serbu (SS-2) merupakan generasi kedua dari senapan serbu Pindad edisi sebelumnya yakni SS1. Namun, ia memiliki desain lebih ergonomis, akurasi lebih baik, tahan dengan kelembaban udara tinggi dan tentunya lebih ringan. Jarak jangkauan tembak SS-2 mencapai 400- 500 meter dan dilengkapi teleskop Trijikon atau Close Quarter/Tactical CQT.
 
Senapan SS-2 (foto: Pindad)
Selain itu, SS-2 juga dapat dipasangi peredam, teropong malam, bayonet, serta pelontar granat kaliber 40 milimeter. Sedangkan popornya dapat dilipat sehingga mudah untuk dibawa oleh prajurit di lapangan. Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 milimeter standard NATO dan memiliki bobot kosong 3,2 kg.
Senapan SS-2 juga dilengkapi ball stopper di mana saat peluru habis ditembakkan, penembak tidak perlu mengokang kembali senjata untuk pengisian magazin. Salah satu keunggulan SS-2 adalah minimnya entakan saat dipakai menembak. Selain tiu, ia juga dapat memuntahkan peluru tunggal ataupun rentetan peluru.
Senapan Sniper (SPR-2)
Senjata ini hanya diproduksi tidak lebih dari empat negara di dunia, termasuk Indonesia. Amerika Serikat (AS) juga disebut-sebut mampu membuat senjata canggih ini.
Seperti dilansir dari indomiliter.com, SPR-2 memiliki bentuk cukup modern. Desain senjata ini sekilas menyerupai senapan runduk M-93 Black Arrow kaliber 12,7 mm buatan Serbia. Adapun panjang keseluruhannya yakni 1755 mm, sedangkan panjang laras 1.055 mm.
Senjata ini berbobot 19,5 kilogram, atau lebih berat dari NTW-20 yang beratnya 14,5 kg. SPR-2 juga dibekali alat bidik teleskopik dengan pembesaran hingga 10 kali. SPR-2 memiliki kemampuan lain mengagumkan, yakni dapat menjangkau targetnya hingga radius 2 km. Meski jarak efektifnya hanya 1 km.

Senapan SPR-2 (foto: lashaydar.blogspot.com)
Seperti NTW-20, SPR-2 dapat ditembakkan dengan cara tembak satu per satu. Pengoperasian senjata menggunakan pola bolt action. Terdapat beberapa tipe peluru untuk senapan SPR-2, di antaranya peluru standard MU 3TJ, peluru sniper 12,7 mm MU 3M, peluru antimaterial MU 3SAMM, peluru bakar tembus baja MU 3PB, peluru tracer MU 3N, peluru penembus armor MU 3P, dan yang paling dahsyat peluru tembus peledak MU 3BLAM.
Amunisi yang disebut terakhir bahkan punya efek bakar dan bisa meledakkan target langsung secara bersamaan. Dalam sebuah uji coba dengan pesaingnya yakni Truvelo dan Black Arrow, SPR-2 dapat mencapai performa brilian dengan mampu menembus lapisan baja 10 mm dari radius dua kilometer.
Sedangkan Truvelo dan Black Arrow gagal total. Berbekal daya rusak yang tinggi, tentu SPR-2 akan menjadi momok paling menakutkan bagi kendaraan tempur sekelas APC. Bahkan, material lambung kapal pun dapat dijebol dengan sangat mudah.



Senapan Antiteror PM-2PM-2 adalah senapan antiteror yang mengadopsi atau menyerupai senjata H&K MP5 kaliber 9 milimeter. Senapan ini lazimnya digunakan oleh pasukan antiteror SWAT asal Amerika Serikat (AS) atau Densus Antiteror 88 Kepolisian RI (Polri) dan prajurit Kopassus TNI AD. Adapun kode PM sendiri berasal dari pistol mitraliur.Senapan ini memiliki konsep hand machine gun yang mampu menembak hingga radius efektif 75 meter. Pindad menciptakan senapan antiteror ini dengan dua jenis, yaitu tipe PM2-V1 dan PM2-V
Senapan SSX
Kemampuan senapan ini disebut-sebut mampu mengalahkan senapan serbu paling melegenda buatan Rusia yakni AK-47. Senapan yang baru akan diluncurkan ini menggunakan peluru dengan kaliber 7,62×51 mm.

Senapan SSX (foto: defense studies)
Ia memiliki keunggulan jarak tembak dibanding AK-47. Di mana SSX memiliki jangkauan tembak hingga 700 meter, sementara AK-47 hanya memiliki jarak tembak efektif sekira 300 meter saja.

Senapan Serbu Bawah Air (SSBA)
Bersama dengan Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AL, PT Pindad kini tengah mengembangkan senapan canggih lainnya, yakni Senapan Serbu Bawah Air (SSBA). Ia dirancang guna mendukung pertempuran atau pencegatan musuh baik di darat, maupun di kedalaman air.

SSBA (foto: defense studies)
SSBA menggunakan peluru berkaliber 5,66X150 milimeter dengan bobot 4,5 kilogram. Ia mampu memuntahkan 20 butir peluru dalam satu magasen. Tembakan efektifnya yakni berjarak antara 20-30 meter (untuk kedalaman 5 meter), 10-20 meter (kedalaman 20 meter) dan 5-10 meter (kedalaman 40 meter).

sumber: http://news.okezone.com/read/2016/03/11/337/1332954/enam-senjata-buatan-pindad-ini-bikin-indonesia-kian-ditakuti?page=2

Ekspor Pertama Kali, Ini Kehebatan Kapal Perang Buatan PT PAL

Ekspor Pertama Kali, Ini Kehebatan Kapal Perang Buatan PT PAL

Liputan6.com, Jakarta - PT PAL Indonesia telah merampungkan produksi kapal perang Perusak Kawal Rudal (PKR) 1 pesanan Kementerian Pertahanan RI dan kapal Strategic Sealift Vessel (SSV) 1 yang akan diekspor untuk Kementerian Pertahanan Filipina. Apa kehebatan kapal perang buatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI ini?

Peluncuran 2 jenis kapal tersebut berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/1/2016). Acara ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu dan Menteri Pertahanan Filipina Voltare Gazmin.

Rizal Ramli dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan momentum yang tepat bangkitnya industri maritim di Tanah Air. "Keahlian orang Indonesia sangat bagus, kemampuan membangun, teknikal skill lumayan bagus. Tapi kita perlu kerja sama di bidang teknologi dan manajemen," ujarnya.

Ia menjelaskan, kapal perang PKR-1 merupakan kapal perang canggih kelas Frigate yang diproduksi PAL Indonesia bekerja sama dengan DSNS, Belanda, melalui transfer teknologi. Sementara itu, kapal SSV merupakan hasil karya mandiri anak bangsa.

"Ini akan menjadi kapal perang pertama yang diekspor oleh Indonesia," kata Rizal.
Kapal PKR merupakan kapal perang canggih jenis Frigate Class yang memiliki panjang 105,11 meter; lebar 14,2 meter; kecepatan 28 knot. Kapal ini dapat berlayar sampai 5.000 nm pada 14 knot dan ketahanan berlayar 20 hari.

Pembangunan PKR menggunakan pendekatan modular, terdiri dari 6 modul yang dibangun di galangan kapal milik PAL Indonesia. Dua modul lainnya dibangun serta diuji sepenuhnya di galangan Damen, Vlissingen-Belanda. Kemudian akan dintegrasikan keseluruhannya di PAL Indonesia.

Pendekatan modular dapat memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar, hemat biaya, dan memungkinkan untuk membangun kapal di berbagai lokasi di seluruh dunia.

Sedangkan SSV merupakan pengembangan dari kapal pengangkut jenis Landing Platform Dock (LPD) yang di desain dengan panjang 123 meter, lebar 21,8 meter, kecepatan maksimal 16 knot dengan ketahanan berlayar 30 hari. Prestasi ini merupakan kerja sama dengan galangan kapal DSME-Korea melalui transfer teknologi dengan memenangkan tender internasional pembangunan SSV.

"PAL Indonesia semakin membuktikan kemampunnya dalam mendesain dan memproduksi kapal perang yang berkualitas,"


SUMBER:http://bisnis.liputan6.com/read/2414879/ekspor-pertama-kali-ini-kehebatan-kapal-perang-buatan-pt-pal